Selasa, 25 Desember 2012

Peran Guru Dalam Implementasi PBAS (Pembelajaran Berbasis Aktivitas Siswa) pada pembelajaran IPA di SD


Peran Guru Dalam Implementasi PBAS (Pembelajaran Berbasis Aktivitas Siswa) pada pembelajaran IPA di SD

1. Konsep dan tujuan PBAS
            PBAS adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran yang menekankan kepada aktivitas siswa secara optimal untuk memperoleh hasil belajar berupa panduan antara aspek kognitif, afektif dan psikomotor secara seimbang.Aktivitas ini dapat berupa aktivitas fisik,mental maupun keduanya dan pembelajaran berorientasi aktivitas sswa ini merupkan suatu proses kegiatn belajar mengajar, dimana anak terutama mengalami intelektualemosional disamping keterlibatan fisik didalam proses belajar mengajar.
            Ada beberapa asumsi perlunya pembelajaran didesain untuk membelajarkan siswa. Pertama,   Asumsi filosofis tentang pendidikan. Pendidikan merupakan usaha sadar mengembangkan manusia menuju kedewasaan, baik kedewasaan intelektual, social, maupun kedewasaan moral. Kedua , asumsi tentang siswa sebagai subjek pendidikan, (a ) siswa bukanlah manusia dalam ukuran mini, akan tetapi manusia sedang dalam perkembangan; (b) setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda;(c) anak didik yang pada dasarnya adalah insan yang aktif, kreatif, dan dinamis  menghadapi lingkungannya;(d) anak didik memiliki motivasi untuk memenuhi kebutuhannya. Ketiga , Asumsi tentang guru adalah (a) guru bertanggung jawab atas tercapainya hasil peserta didik (b) guru memiliki kemampuan propisional dalam mengajar (c) guru memiliki kode etik keguruan (d) guru  memiliki peran sebagai sumber belajar. Keempat, asumsi yang berkaitan dengan proses pengajaran.

2. Tujuan PBAS
            Tujuan PBAS adala untuk membantu peserta didik agar bisa belajar mandiri dan kreatif sehingga ia dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang menunjang terbentuknya kepribadian yang mandiri. 

3. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan PBAS
    a.Guru
     Dalam proses pembelajaran dalam kelas, guru merupakan ujung tombak yang sangat menentukan            keberhasilan peranan PBAS, karena guru orang yang berhadapan langsung dengan siswa.
Ada berapa hal yang harus memenuhi keberhasilan PBAS :
1.Kemampuan Guru
2.Sikap Propesional Guru
3.Latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar Guru
Beberapa kegiatan yang harus dilakukan dalam PBAS
a)‎ Adanya usaha untuk membina dan mendorong subjek didik dalam ‎menigkatkan kegairahan serta partisipasi siswa secara aktif
b)‎Adanya kemampuan guru untuk melakukan peran sebagai innovator ‎maupun motivator terhadap hal-hal baru dibidang masing-masing ‎dalam proses belajar mengajar
c)‎  Adanya sikap tidak mendominasi kegiatan belajar mengajar
d)‎ Adnaya pemberian kesempatan kepada siswa untuk belajar menurut ‎cara,irama maupun tingkat kemampuan masing-masing.‎
e)‎  Adanya kemampuan untuk menggunakan berbagai macam strategi ‎belajar mengajar dan menggunakan multimedia maupun ‎multimetode dalam proses belajar mengajar.
Tugas lain guru adalah:
a. Mengemukakan berbagai alternative tujuan pembelalajaran yang harus dicapai sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. 
b. Menyusun tugas-tugas belajar bersama siswa.
c. Memeberikan informasi tentang kegiatan pembelajaaan yang harus dilakukan.

d. Memberikan motivasi, mendorong siswa untuk belajar, membimbing, dan lainsebagainya melalui pengajuan pertanyaan-pertanyaan
e. Memberikan bantuan pelayanan pada siswa yang membutuhkan.
f. Membantu siswa dalam menarik suatu kesimpulan
   
4. Sarana belajar

    Keberhasilan Implimentasi PBAS juga dapat dipengaruhi oleh kesediaan sarana belajar. Yang meliputi :
  1. Ruang kelas
  2. Media dan sumber belajar
  3. Lingkungan belajar 
Penerapan PBAS dalam Konteks Pembelajaran
1.      Adanya keterlibaan siswa baik secara fisik, mental, emosional maupun intelektual dalam setiap proses pembelajaran.
2.      Siswa belajar secara langsung (experimental learning)
3.      Adanya keinginan siswa untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif
4.      Keterlibatan siswa dalam mencari dan memanfaatkan setiap sumber belajar yang tersedia yang dianggap relevan dengan tujuan pembelajaran
5.      Adanya keterlibatan siswa dalam melakukan prakarsa/gagasan/ide
6.      Terjadinya interaksi multi arah

Contoh Skenario PBAS di Sekolah Dasar kelas 3 Dalam Pembelajaran IPA dengan materi Lingkungan Sehat.
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Memahami kondisi
lingkungan yang
berpengaruh terhadap
kesehatan, dan upaya
menjaga kesehatan
lingkungan
2.1 Membedakan ciri-ciri lingkungan sehat dan
lingkungan tidak sehat berdasarkan pengamatan
2.2 Mendeskripsikan kondisi lingkungan yang
berpengaruh terhadap kesehatan
2.3 Menjelaskan cara menjaga kesehatan lingkungan
sekitar


1.      Siswa diajak keluar kelas untuk mengamati beberapa lingkungan disekitar mereka.
2.      Di usahakan lingkungan yang dikunjungi adalah lingkungan yang memilki keadaan bersih dan kotor dengan sampah.
3.      Pertama-tama guru mengajak siswa pergi ke lingkungan yang bersih dan disana di adakan diskusi tentang perasaan mereka dengan mengunjungi lingkungan yang bersih.Diskusi ini lebih menekankan ajakan kepada siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan.

4.      Setelah mengunjungi lingkungan yang bersih selanjutnya guru mengajak siswa ke lingkungan yang kotor,kemudian diadakan diskusi dengan siswa tentang bagaimana perasaan mereka melihat lingkungan yang kotor.
5.      Setelah ada diskusi siswa disuruh meneliti keadaan lingkungan tersebut, baik dari udara, keadaan tanah, keadaan tumbuhan disekitarnya, keindahan, dan sebagainya.

6.      Siswa bersama guru membersihkan lingkungan yang kotor tersebut sebagai pembiasaan hidup bersih.

7.      Jika ada botol plastik bisa dibawa dan dibersihkan seketika untuk membuat kerajinan sederhana seperti kipas yang digerakan oleh angin atau dijadikan pot bunga untuk disekolah.
8.      Setelah membersihkan lingkungan kotor, guru bersama anak-anak mencuci kaki dan tangan dengan sabun, hal ini bisa digunakan untuk memberi pemahaman kepada siswa bahwa untuk menjaga kesehatan bisa dengan mencuci dengan sabun setelah melakukan suatu kegiatan.
9.      Setelah itu, guru bersama siswa kembali ke kelasdengan hasil pengamatan dan mendiskusikan kembali dengan siswa mengapa siswa harus menghindari lingkungan yang kotor.
10.  Siswa dibimbing oleh guru menyimpulkan sendiri tentang pelajaran yang telah mereka lakukan.      

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar