Jumat, 02 November 2012

TEKHNIK PROBING DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SD

TEKHNIK PROBING DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SD

Proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan melalui inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah. Peranan guru dalam memfasilitasi siswa untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar dilandasi oleh pemberdayaan siswa untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah dan membangun pengetahuannya sendiri.
Bertanya merupakan ciri dalam pembelajaran IPA, menemukan merupakan kegiatan inti dari pembelajaran IPA
Bertanya merupakan ciri dalam pembelajaran IPA, menemukan merupakan kegiatan inti dari pembelajaran IPA
Jika kita tinjau aktivitas di dalam kelas, yang paling lazim kita (saya dan Anda) temukan adalah aktivitas verbal yaitu berbicara. Pada umumnya guru mendominasi aktivitas verbal misalnya berceramah, menjelaskan petunjuk kerja, memimpin diskusi, memuji bahkan masih ada yang mencela siswa, serta mengajukan pertanyaan. Khusus dalam hal mengajukan pertanyaan, tidak ada guru yang tidak pernah tidak bertanya kepada siswanya selama melaksanakan pembelajaran, namun efektifkah pertanyaan guru tersebut?. Dalam pembelajaran IPA, bertanya dipandang sebagai kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa. Bagi siswa sendiri kegiatan bertanya merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran berbasis inkuiri yaitu menggali informasi, mengkonfirmasikan apa yang sudah diketahui, dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahuinya.
Penerapan siklus inkuiri tersebut penting mengingat bahwa belajar penemuan memiliki berbagai kelebihan
Penerapan siklus inkuiri tersebut penting mengingat bahwa belajar penemuan memiliki berbagai kelebihan
Bertanya merupakan ciri dalam pembelajaran IPA, menemukan merupakan kegiatan inti dari pembelajaran IPA. Pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa hendaknya bukan hasil mengigat seperangkat fakta-fakta, tetapi hasil menemukan dan menggeneralisasi sendiri. Dalam pembelajaran IPA guru semestinya merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan untuk materi yang dipelajari. Siklus inkuiri hendaknya merupakan langkah yang diterapkan dalam pembelajaran IPA, meliputi: (1) Observasi, (2) Bertanya, (3) Mengajukan hipotesis, (4) Mengumpulkan data, dan (5) Menyimpulkan.
Penerapan siklus inkuiri tersebut penting mengingat bahwa belajar penemuan memiliki berbagai kelebihan yaitu: (1) Pengetahuan yang diperoleh melalui belajar penemuan dapat bertahan lama dalam ingatan (mudah diingat) jika dibandingkan dengan pengetahuan yang diperoleh dengan cara lain. (2) Belajar penemuan dapat meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan berfikir, karena mereka harus menganalisis dan memanipulasi informasi untuk memecahkan permasalahan. (3) Belajar penemuan dapat membangkitkan keingintahuan siswa, memotivasi siswa untuK bekerja terus sampai siswa menemukan jawabannya.
Bertanya dipandang sebagai kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa
Bertanya dipandang sebagai kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa
Untuk mengefektifkan pertanyaan guru dalam pembelajaran IPA dapat dipilih suatu alternatif yaitu penggunaan teknik probing/beberapa pertanyaan berseri yang terprogram, saling berhubungan dan berkesinambungan agar konpetensi siswa dapat tercapai. Pengertian probing dalam pembelajaran di kelas didefinisikan sebagai suatu teknik membimbing dengan mengajukan satu seri pertanyaan pada seorang siswa (Dahar, 1996: 9). Teknik probing adalah suatu teknik dalam pembelajaran dengan cara mengajukan satu seri pertanyaan untuk membimbing pebelajar/siswa menggunakan pengetahuan yang telah ada pada dirinya guna memahami gejala atau keadaan yang sedang diamati sehingga terbentuk pengetahuan baru (Wijaya, 1999: 7). Teknik probing diawali dengan menghadapkan siswa pada situasi baru yang mengandung teka-teki atau benda-benda nyata. Situasi baru itu membuat siswa mengalami pertentangan dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya sehingga memberikan peluang kepada siswa untuk mengadakan asimilasi, disinilah probing (pembimingan menggunakan satu seri pertanyaan) mulai diperlukan.
Belajar penemuan dapat meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan berfikir
Belajar penemuan dapat meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan berfikir
Untuk dapat menggunakan teknik probing dalam pembelajaran, seorang guru IPA hendaknya sudah berbekal ketrampilan bertanya yang merupakan salah satu dari ketrampilan proses sains. Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran khususnya dalam pembelajaran mata pelajaran IPA, sejak merancang pembelajaran mulai dari pengembangan silabus maupun pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran tentunya sudah merencanakan pengalaman belajar apa yang akan diperoleh siswa dalam mencapai kompetensi dasar. Sejumlah pertanyaan diperlukan untuk membimbing siswa dengan teknik probing meliputi pertanyaan tingkat rendah sampai tinggkat tinggi, berkaitan dengan kegiatan fisik maupun kegiatan mental berfikir untuk membangun pengetahuannya. Contoh aktivitas fisik misalnya melakukan pengamatan, percobaan, mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup, memprediksi; sedangkan contoh aktivitas berfikir misalnya asimilasi, akomodasi, membangun pengetahuan baru. Untuk dapat memilih pertanyaan yang diperlukan, guru perlu mengetahuhi jenis-jenis pertanyaan karena setiap jenis pertanyaan mempunyai kaitan dengan proses berfikir yang terjadi pada siswa.
Seandainya semua guru mampu dan mau mengembangkan kreativitasnya dalam pembelajaran, kemungkinan besar proses pembelajaran akan efektif
Seandainya semua guru mampu dan mau mengembangkan kreativitasnya dalam pembelajaran, kemungkinan besar proses pembelajaran akan efektif
Sebagai gambaran lebih lanjut mengenai jenis-jenis pertanyaan, berikut ini adalah jenis pertanyaan berdasarkan taksonomi kognitif dari Bloom. (1) Pengetahuan, menanyakan informasi yang pernah dipelajari, dapat berupa fakta, konsep, prinsip atau prosedur. (2) Pemahaman, pertanyaan yang meminta siswa untuk merumuskan kembali suatu gagasan dengan kata-katanya sendiri tanpa mengubah arti. Pertanyaan pemahaman dibedakan menjadi 2 yaitu Translasi dan Interpretasi. (2.1) Translasi : pertanyaan yang meminta siswa untuk merumuskan kembali suatu gagasan dengan kata-katanya sendiri tanpa mengubah arti. (2.2) Interpretasi : pertanyaan yang meminta siswa untuk mengidentifikasi hubungan, membuat perbandingan berbagai gagasan/informasi atau benda, atau memperkirakan kaitannya dengan suatu keadaan. (3) Penerapan/aplikasi, pertanyaan yang meminta siswa untuk berfikir bagaimana menggunakan gagasan/informasi untuk memecahkan masalah baru. (4) Analisis, pertanyaan yang meminta siswa untuk mengidentifikasi bagian-bagian dari suatu masalah/gagasan/penyelesaian, bagaimana bagian-bagian itu saling berkaitan dan mengidentifikasi apa yang mempersatukannya. (5) Sintesis, pertanyaan merangsang siswa untuk mempertimbangkan variasi, gagasan atau ide-ide baru sedemikian rupa sehingga menjadi hal yang baru baginya. (6) Evaluasi, pertanyaan yang meminta siswa untuk membuat pilihan dan memberikan alasan-alasan
Pertanyaan yang digunakan untuk membimbing siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan teknik probing, dipilih mulai kategori pertanyaan yang memerlukan proses berbikir tingkat rendah sampai tinggkat tinggi. Aktivitas siswa yang diharapkan terjadi dengan penggunaan teknik probing oleh guru adalah aktivitas yang dapat melatih ketrampilan proses sains.
Bagaimana mengkondisikan teknik probing? Ada 7 (tujuh) tahap aktivitas guru dalam mengkondisikan teknik probing yaitu: (1) Menghadapkan siswa pada situasi baru, misalnya dengan menunjukkan gambar, alat pembelajaran, objek, gejala yang dapat memunculkan teka-teki. (2) Memberi waktu tunggu beberapa saat (3-5 detik) atau sesuai keperluan agar siswa melakukan pengamatan. (3) Mengajukan pertanyaan sesuai indikator atau kompetensi yang ingin dicapai siswa. (4) Memberi waktu tunggu beberapa saat (2-4 detik) untuk memberikan kesempatan siswa merumuskan jawabannya. (5) Meminta seorang siswa untuk menjawab pertanyaan yang telah diajukan. (6) Jika jawaban yang diberikan siswa benar atau relevan dilanjutkan dengan siswa lain, untuk meyakinkan bahwa semua siswa terlibat dalam kegiatan yang sedang berlangsung serta memberi pujian atas jawaban benar. Jika jawaban keliru atau tidak relevan, diajukan pertanyaan susulan yang berhubungan dengan respon pertama, dimulai dari pertanyaan yang bersifat obeservasional kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan yang menuntut siswa berpikir lebih tinggi menuju pertanyaan indikator ketercapaian kompetensi dasar sampai siswa dapat menjawab pertanyaan yang diajukan tadi. Pertanyaan yang diajukan pada tahap 6 (enam) ini sebaiknya diajukan/diinteraksikan juga pada siswa lain agar seluruh siswa terlibat dalam kegiatan probing. (7) Mengajukan pertanyaan akhir pada siswa lain untuk lebih menegaskan bahwa kompetensi dasar yang dituju sudah tercapai.
Penentuan materi yang akan disajikan dengan teknik probing dapat dimulai pada waktu guru menyusun silabus, pada waktu menganalisis standar kompetensi maupun kompetensi dasar. Selanjutnya rancangan seri pertanyaannya disiapkan pada rencana pelaksanaan pembelajaran berupa pertanyaan-pertanyaan pokok. Pertanyaan tambahan akan muncul sesuai dengan jawaban yang diberikan siswa.
Penggunaan teknik probing oleh guru dalam pembelajaran IPA sangat memungkinkan, bahkan dalam pembelajaran mata pelajaran yang lain. Hal ini mengingat bahwa semua guru tentunya telah menguasai jenis-jenis pertanyaan, ketrampilan bertanya yang meliputi penggunaaan pertanyaan/teknik bertanya, tujuan bertanya maupun menanggapi jawaban siswa. Disinilah ruang gerak guru dalam mengembangkan kreativitasnya, untuk memvariasikan metode pembelajaran. Dengan memvariasikan metode pembelajaran diharapkan berbagai gaya belajar siswa dapat terlayani, suasana pembelajaran dapat tampil beda sehingga siswa dapat belajar dalam kemasan joyful learning yang tentunya dapat meningkatkan efektivitas pembelajarannya. Peningkatan efektifitas pembelajaran memunculkan peningkatan hasil belajar yang dapat memberikan motivasi untuk berprestasi baik pada guru maupun siswa.
Seandainya semua guru mampu dan mau mengembangkan kreativitasnya dalam pembelajaran, khususnya memvariasikan kemasan skenario pembelajarannya dengan memilih metode termasuk didalamnya teknik-teknik yang sesuai dengan materi pembelajaran maupun indikator pencapaian kompetensinya, kemungkinan besar proses pembelajaran akan efektif. Bapak dan ibu guru, selamat berjuang. Maju terus pendidikan di Indonesia

Pelaksanaan Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar


Pelaksanaan Pembelajaran IPA SD
alatPembelajaran IPA di SD tidak hanya menekankan pada penguasaan konsep-konsep IPA saja, tetapi juga menekankan pada proses penemuan. Dengan demikian setelah mengikuti kegiatan pembelajaran IPA, siswa tidak hanya menguasai konsep tetapi juga menguasai keterampilan proses dan sikap ilmiah.
Peralatan IPA
Pembelajaran IPA yang demikian membutuhkan berbagai macam peralatan dan bahan. Berbagai benda dalam kehidupan sehari-hari dapat dimanfaatkan sebagai peralatan dalam pembelajaran IPA. Selain itu, ada juga peralatan pembelajaran IPA yang “standar”, misalnya gelas kimia, neraca, Kit IPA, dan lain-lain. Sebagai guru, Anda harus menguasai bagaimana mengatur berbagai peralatan tersebut sehingga persiapan, pelaksanaan, dan pasca pembelajaran IPA berlangsung seperti yang Anda rencanakan.
  1. Manajemen Pemanfaatan Peralatan IPA
    Apakah anda menginginkan pemanfaatan peralatan IPA dalam kegiatan pembelajaran di kelas yang anda lakukan berjalan dengan lancar? Hal ini akan terjadi bila anda melakukan pengelolaan peralatan IPA dengan benar mulai dari pengambilan peralatan, penggunaan,   penyimpanan, dan perawatan. Untuk itu anda harus menguasai dengan baik manajemen pemanfaatan peralatan IPA. Dalam manajemen pemanfaatan peralatan IPA, terdapat dua kegiatan utama yaitu pengklasifikasian peralatan dan pengelolaan peralatan.
  2. Pengklasifikasian Peralatan IPA
    Pengklasifikasian merupakan suatu proses pengelompokan berdasarkan ciri tertentu. Langkah yang dilakukan  mulai dari identifikasi ciri dari masing-masing peralatan, menentukan ciri yang digunakan sebagi dasar pengelompokan, dan melakukan pengelompokan berdasarkan ciri yang ditentukan. Peralatan IPA dapat diklasifikan berdasarkan bahan dan fungsinya, misal: alat ukur1, alat dari gelas2, model3, bagan4, alat siap pakai (rakitan)5, alat bantu proses percobaan6. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari pengelompokan peralatan IPA yang diantaranya adalah memudahkan penyimpanan, perawatan, dan pengambilan peralatan dari tempat penyimpanan.
  3. Pengelolaan Peralatan IPA
    Pengelolaan peralatan IPA merupakan proses perencanaan, pemanfaatan, pengorganisasian, dan perawatan berbagai peralatan dalam IPA. Perencanaan praktikum meliputi kegiatan menentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, mengidentikasi peralatan dan bahan yang tersedia, memeriksa kelayakan alat dan kecukupan jumlah, menentukan solusi jika ada permasalahan, menentukan strategi yang akan digunakan dalam praktikum.

Kamis, 18 Oktober 2012

Rpp ipa tentang jenis benda (padat,gas,cair)


SATUAN PEMBELAJARAN TERPADU
Tema                           : pengalaman
Sekolah Dasar             :
Kelas / semester          : III / 2
Alokasi waktu             : 1 x 35 menit
I.            STANDAR KOMPETENSI
A.    IPA
3.      Memahami sifat-sifat, perubahan sifat benda dan kegunaanya dalam kehidupan sehari-hari.
B.     Matematika
2.   pengukuran waktu, panjang dan berat dalam memecahkan masalah.
C.     SBK
2.   Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa
4.   Mengapresiasi karya seni musik

II.            KOMPETENSI DASAR
A.    IPA
3.1  Mengidentifikasi sifat-sifat benda berdasarkan pengamatan meliputi benda padat, cair, dan gas.
B.     Matematika
2.1   Memilih alat ukur sesuai dengan fungsinya (meteran, timbangan, atau jam)
2.2        Menggunakan alat ukur dalam pemecahan masalah
C.                 SBK
2.1   Mengekspresikan diri melalui gambar imajinatif mengenai diri sendiri
4.2 Menyanyikan lagu wajib, lagu daerah, dan lagu anak-anak dengan atau  tanpa iringan sederhana.
III.            INDIKATOR
A.    IPA
1.      Mengklasifikasi benda-benda padat, cair, gas yang ada disekitar.
2.      Melakukan percobaan untuk mengamati sifat-sifat benda padat, cair dan gas.
3.      Mengidentifikasi sifat-sifat khusus benda padat, cair, gas berdasarkan percobaan.
B.     Matematika
1.      Menggunakan alat ukur untuk mengetahui ukuran suatu benda.
2.      Memilih alat ukur yang tepat untuk mengukur panjang benda.
C. SBK
1.      Menyanyikan lagu yang berkaitan dengan materi.
2.      Menggambar Imajinatif (Menggambar Benda Favorit diri sendiri)

IV.            TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran, diharapkan siswa mampu :
1.      Menyebutkan benda padat, cair dan gas yang ada dilingkungan sekitar.
2.      Mengklasifikasi benda padat, cair dan gas.
3.      Menuliskan benda padat, cair dan gas berdasarkan gambar yang diberikan guru.
4.      Melakukan percobaan untuk mengamati sifat-sifat benda padat, cair dan gas.
5.      Mengidentifikasi sifat-sifat khusus benda padat, cair, gas berdasarkan percobaan.
6.      Menyimpulkan sifat-sifat khusus benda padat, cair, gas.
7.      Mengukur benda dengan menggunakan alat ukur.
8.      Memilih alat ukur yang tepat untuk mengukur panjang.
9.      Menggunakan dan membaca alat ukur dengan tepat.
10.  Menyanyikan lagu balonku yang sesuai dengan materi.
11.  Menggambar Imajinatif (Menggambar Benda Favorit diri sendiri)

V.            KARAKTER YANG DIHARAPKAN
Ketelitian (carefulness)
Kerja sama (Cooperation)
Percaya diri ( Confidence)
Keberanian ( Bravery)
Saling menghargai ( appreciated)
Kerapihan
Kebersihan

VI.            METODE PEMBELAJARAN
Ceramah
Eksperimen
Tanya jawab
Demontrasi
Model : Kooperatif  Learning
Pendekatan: kontruktivisme

VII.            MATERI PEMBELAJARAN
Pengelompokan Benda Padat, Cair dan Gas

Cobalah amati ruang kelasmu ! Benda apa sajakah yang terdapat di dalam kelasmu. Apakah ada papan tulis, bangku, meja, lemari pintu, dan jendela. Saat kalian belajar benda apa saja yang kalian pakai, apakah menggunakan pensil atau pulpen? Apa kalian suka membawa bekal air ke sekolah? Atau pernahkah kalian melihat asap kendaraan? Tahukah kalian jenis-jenis benda yang kalian sebutkan. Apakah kalian tahu benda tersebut memiliki sifat? Apa sajakah sifatnya? Nah agar kita mengetahui sifat-sifat benda, kita akan melakukan percobaan berikut ini.

Kegiatan 1
1.      Tujuan : untuk mengetahui sifat-sifat pada benda cair
2.      Alat dan Bahan :
-          Air
-          Gelas (wadah 1)
-          Mangkuk (wadah 2)
-          Gelas aqua (wadah 3)
-          Penggaris

3.      Langlah –langkah Kegiatan :
-          Pertama masukan air kedalam gelas (wadah 1)
-          Perhatikan bentuk air, dan ukurlah tinggi air dengan menggunakan penggaris.





Menaksir Panjang Benda dalam Kegiatan Sehari-Hari dan Memeriksa Hasil Taksirannya dengan Alat Ukur
Satuan panjang yang biasa dipakai adalah cm. Penaksiran panjang sebuah benda dilakukan ke puluhan terdekat. Untuk ketelitian hingga puluhan terdekat, jika angka satuannya kurang dari 5, maka dibulatkan ke bawah, jika angkan satuanya 5 atau lebih dari lima maka dibulatkan diatas 5.
Contoh :
  1.  

Panjang lidi di atas adalah 11 cm. panjang lidi lebih dekat ke 10 cm dari ke 20. Maka panjang lidi diatas kira-kira 10 cm

 





2.      Panjang lidi di atas adalah 28 cm. Panjang lidi lebih dekat ke-30 daripada ke-20 cm. Maka, panjang lidi di atas kirakira 30 cm.

-          Tulislah hasil mengukur dalam lembar kerja.
-          Pindahkan air pada wadah 1 ke wadah, hati-hatilah saat memindahkan air jangan sampai tumpah.




-          Perhatikan kembali bentuk air, catat dalam lembar kerja.
-          Pindahkan air dari wadah 2 ke wadah 3




-          Perhatikan bentuk air, catat dalam lembar kerja
-          Pindahkan kembali air pada wadah 3 ke  dalam wadah 1




-          Lalu ukurlah kembali tinggi akhir air pada gelas, catatlah dalam lemnar kerja
 








4.      Hasil pengamatan :
WADAH
BENTUK AIR
1

2

3


Tinggi awal air pada gelas  : …….
Tinggi akhir air pada gelas : …….

5.      Kesimpulan :
Bentuk air ketika dipindahkan ke beberapa wadah : ………………………………
Jumlah air pada gelas  setelah dipindahkan dari beberapa wadah:  ……………….


Kegiatan 2
1.      Tujuan : untuk mengetahui sifat-sifat pada benda padat
2.      Alat dan Bahan :
-          pensil
-          pulpen
-          Mangkuk
-          Penggaris

3.      Langlah –langkah Kegiatan :
-          Pertama letakan pensil dan pulpen  di atas meja.




-          Perhatikan bentuk pensil apakah berubah atau tetap lalu ukurlah pensil dan pulpen dengan menggunakan penggaris.



Nah, siapa yang tahu kenapa kita memakai penggaris untuk mengukur pulpen dan pensil.
Untuk mengetahui apa ya anak-anak? Iya untuk mengetahui panjangnya. Nah selain penggaris kira-kira siapa lagi yang tahu alat untuk mengukur panjang.

Memilih alat Ukur Sesuai dengan Fungsinya
1.      Alat Ukur Panjang
 









Perhatikan alat ukur panjang pada slide ibu.
 
Beberapa alat ukur panjang antara lain penggaris dan rol meter. Apakah fungsi masing-masing alat ukur panjang tersebut? Meteran pita digunakan untuk mengukur panjang kain. Meteran saku biasanya digunakan oleh tukang bangunan atau tukang kayu untuk mengukur bangunan atau kayu. Penggaris dapat digunakan untuk mengukur panjang garis pada pensil dan pulpen.
Iya jadi kita menggunakan penggaris karena penggaris merupakan alat yang paling cocok untuk mengukur panjang pensil dan pulpen.

-          Catat hasil pengukuran pada lembar kerja.
-          Pindahkan  pulpen dan pensil ke mangkuk






-          Perhatikan kembali bentuk bentuk pensil apakah berubah atau tetap lalu ukurlah pensil dan pulpen dengan menggunakan penggaris.
 






-          Catat hasil pengukuran pada lembar kerja.

4.      Hasil pengamatan :
5.      Hasil pengamatan
Nama benda
Tempat
Bentuk
Ukuran panjang
Pulpen



Pensil



Pulpen



Pensil




6.      Kesimpulan
Bentuk pensil pada tempat yang berbeda : ……………………………………
Panjang pensil pada tempat yang berbeda : ……………………………………

Kegiatan 3
1.      Tujuan : untuk mengetahui sifat-sifat pada benda gas
2.      Alat dan Bahan :
-          Balon bentuk bulat
-          Balon bentuk lain
 

3.      Langlah –langkah Kegiatan :
-          Pertama tiuplah kedua balon.







































-          Perhatikan bentuk balon
 






-          Bandingkan bentuk kedua balon tersebut.
-          Catat hasil pengamatan pada lembar kerja.

Nah anak-anak tadi kita sudah meniup balon, nah supaya lebih semangat sekarang kita menyanyi dulu, nah siapa yang tahu lagu balonku? Kita menyanyi bersama ya

Mengekspresikan Seni Musik dengan Menyanyikan Lagu Anak-anak
 

Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau, kuning, kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon hijau DOR!
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat


4.      Hasil pengamatan
Nama benda
Bentuk
Balon 1

Balon 2


5.      Kesimpulan
Bentuk udara pada setiap tempat: …………………………………………….

Mengekspresikan Seni Rupa dengan Menggambar Imajinatif (Menggambar Benda Favorit diri sendiri)

Nah anak-anak tadi kita sudah melakukan percobaan tentang benda cair, padat dan gas. Masih ingat bendanya ada apa saja, sekarang ibu akan memabagikan kertas HVS  untuk setiap orang. Nah coba gambarlah salah satu benda yang kalian sukai,  gambar sebagus mungkinlalu beri warna semenarik mungkin. Nanti akan ibu nilai dan karya kalian akan di tempelkan di papan karya kita.

VIII.            LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
A.    Kegiatan Awal
Waktu : 5 Menit
1.      Mengkondisikan peserta didik
2.      Melaksanakan tugas rutin
Dalam kegiatan ini guru:
a.       Menginstruksikan ketua kelas untuk memimpin doa bersama.
b.      Mengecek kehadiran pesserta didik
c.       Menanyakan kondisi peserta didik
d.      Memberikan motivasi dan semangat belajar bagi peserta didik
3.      Menghubungkan materi yang akan diajarkan dengan materi sebelumnya meneganai gerak benda dan energy, dalam kegiatan ini guru memberikan pertanyaan sebagai berikut :
a.       Siapa yang masih ingat pembelajaran minggu kemarin?
b.      Nah siapa yang masih ingat tentang gerak benda?
c.       Coba sebutkan benda yang dapat bergerak?
4.      Dalam kegiatan ini, guru menghubungkan materi yang akan diajarkan dengan kehidupan sehari-hari seperti berikut:
a.       Guru menanyakan tentang benda-benda yang ada sekitar
5.      Melakukan apersepsi.
Contoh : menyanyikan lagu “tik-tik bunyi hujan”

B.     Kegiatan Inti
1.      Eksplorasi
Waktu:  9 menit
Dalam kegiatan eksplorasi:
d.      Guru menstimulus siswa tentang benda-benda yang berada disekitar.
e.       Guru menampilkan gambar tentang benda padat, cair, dan gas.
f.       Peserta didik mengelompokan  gambar benda padat, gas dan cair.
g.      Guru menjelaskan benda padat, cair, dan gas.

2.      Elaborasi
Waktu: 10 Menit
Dalam kegiatan elaborasi, guru :
a.       Guru membagi siswa kedalam empat kelompok.
b.      Guru memfasilitasi peserta didik secara berkelompok melakukan kegiatan pengamatan sifat-sifat benda cair, padat dan gas.
c.       Guru memfasilitasi peseta didik melakokan percobaan sifat-sifat benda cair, padat dan gas dengan menyediakan alat dan bahan. Seperti :
-          Aqua gelas
-          Gelas kecil
-          Mangkuk kecil
-          Pensil
-          Balon berbagai bentuk.
-          Pulpen
-          Air
d.      Peserta didik mengukur tinggi awal air pada gelas dengan menggunakan penggaris.
e.       Peserta didik memindahkan air ke  mangkuk kecil dan gelas aqua.
f.       Peserta didik membandingkan perubahan-perubahan bentuk air saat dipindahkan ke beberapa wadah.
g.      Peserta didik mengukur kembali tinggi akhir air pada gelas dengan menggunakan penggaris.
h.      Peserta didik membandingkan tinggi awal dan akhir air pada gelas.
i.        Peserta didik meletakan pulpen dan pensil di atas meja.
j.        Peserta didik memperhatikan bentuk awal pulpen dan pensil.
k.      Peserta didik mengukur panjang pulpen dan pensil dengan menggunakan pengggaris.
l.        Peserta didik memindahkan pulpen dan pensil ke dalm mangkok dan memperhatikan bentuknya.
m.    Peerta didik mengukur panjang pulpen dan pensil setelah dipindahkan ke dalam mangkok dengan menggunakan pengggaris.
n.      Peserta didik meniup dua buah balon yang berbeda bentuk.
o.      Peserta didik membandingkan betuknya.
p.      Peserta didik menuliskan hasil pengamatan kedalam lembar kerja.
q.      Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menjelaskan hasil pengamatannya di depan kelas dengan perwakilan kelompok.
r.        Guru membimbing jalannya diskusi.
s.       Peserta didik menyanyikan lagu balonku.



3.      Konfirmasi
waktu: 7 menit
Dalam kegiatan konfirmasi, guru :
a.      Guru mengevaluasi hasil diskusi peserta didik dan melakukan tanggung jawab tentang hal-hal yang belum dimengerti.
b.      Guru memberikan jawaban dan memotivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

C.    Kegiatan Akhir
Waktu: 6 menit
1.      Guru bersama peserta didik meluruskan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan.
2.      Guru menginformasikan materi ajar berikutnya kepada peserta didik.
3.      Guru menginstruksikan kepada ketua kelas untuk memimpin doa akhir pelajaran.

IX.            ALAT DAN SUMBER
1.      Alat :
a.       Alat praktikum seperti aqua gelas, air, mangkok, pensil, pulpen, gelas, balon bulat, balon berbentuk.
b.      Slide yang menampilakan gambar benda padat, cair dan gas.
c.       LCD Proyektor
d.      PC/laptop

2.      Sumber :
-          Haryanto. (2004). Sains Untuk Sekolah Dasar Kelas III. Jakarta :  Erlangga
-          Kemala, Rosa. (2006). Jelajah IPA Untuk Sekolah Dasar Kelas III. Jakarta :  Yudistira
-          Sutejo, Bambang. (2007). Super Ilmu Pengetahuan Alam Untuk Sekolah Dasar Kelas III. Jakarta : ESIS
-          Fajariyah, Nur. (2008). Cerdas Berhitung Matematika Untuk Sekolah Dasar Kelas III. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
-          Gambar – gambar benda dari internet.


X.             PENILAIAN
Lembar Portofolio individual
                  Nama :  ……………………………………………..
No.
Nama Benda
Jenis Benda
1.


2.


3.


4.


5.


6.


7.


8.


9.


10.








Lembar Portofolio Kelompok
KEGIATAN 1
1.      Hasil pengamatan
WADAH
BENTUK AIR
1

2

3

Tinggi awal air pada gelas  : …….
Tinggi akhir air pada gelas : …….
2.      Kesimpulan
Bentuk air ketika dipindahkan ke beberapa wadah :
Jumlah air pada gelas  setelah dipindahkan dari beberapa wadah:

KEGIATAN 2
1.      Hasil pengamatan
Nama benda
Tempat
Bentuk
Ukuran panjang
Pulpen



Pensil



Pulpen



Pensil




2.      Kesimpulan
Bentuk pensil pada tempat yang berbeda :
Panjang pensil pada tempat yang berbeda :

KEGIATAN 3
1.      Hasil pengamatan

Balon
Bentuk udara pada balon
1

2


2.      Kesimpulan :
Bentuk udara disetiap tempat : ………………………………………………

Kriteria Penilaian

1.      Penilaian Melakukan percobaan mengamati sifat-sifat benda cair, padat dan gas
Kelompok :  ………………
No
Aspek
Skor
Jumlah
Nilai
1
2
3
4
1.
Ketepatan meyusun langkah kegiatan






2.
Ketelitian saat menggukur benda






3.
Ketepatan cara menggunakan alat dan bahan






4.
Kerjasama antar anggota kelompok






5.
Kerapihan saat melakukan percobaan






6.
Kebersihan saat melakukan percobaan






7.
Partisipasi dalam membuat kesimpulan






8.
Ketekunan saat melakukan percobaan






9.
Menghargai pendapat angota kelompok






10.
Penyampaian Hasil Diskusi







Skor =  jumlah skor   x100  = …….
            Skor maksimal
2.      Penilaian Lembar portofolio individual
Kunci jawaban :
No.
Nama Benda
Jenis Benda
1.
meja
Benda padat
2.
Air juice
Benda cair
3.
Angin
Benda gas
4.
Lemari
Benda padat
5.
Air susu
Benda cair
6.
Air kopi
Benda cair
7.
Tas
Benda padat
8.
Buku
Benda padat
9.
Air the
Benda cair
10.
sepatu
Benda padat


CATATAN :
Nilai = (Jumlah Skor : Jumlah Skor Maksimal) x 10.


3.      Penilaian menggambar imajinatif (menggambar benda favorit diri sendiri)
No.
Nama siswa
Aspek yang Dinilai
Skor nilai
A
B
C
D
E

1.







2.








Aspek yang dinilai :
-       Ketepatan pendeskripsian bentuk benda
-       Kerapihan gambar
-       Kesesuaian warna
-       Kreativitas cara menggambar
-       Keindahan (estetika gambar)
Skor Penilaian
Aspek  kinerja siswa
 Nilai
Kurang sekali
1-3
Kurang baik
3-5
Baik
5-7
Sangat baik
7-10

Skor =  jumlah skor   x100  = …….
            Skor maksimal